Selasa, 12 November 2019

Pohon Sukun, Pohon unik, dari Famili Moraceae


Halo guys, para pembaca blog ku yang budiman. Bertepatan dengan tanggal 21-23 September 2019 kemaren, kami dari Jurusan Biologi Universitas Brawijaya baru aja dari Kuliah Lapang. Kuliah lapang ini dilakukan bersama dengan anggota lain, dan total anggota kami sejumlah tiga orang.  Kuliah lapang ini, dilakukan di sebuah Dusun, yaitu Dusun Sendi, Desa Pacet, Kabupaten Mojokerto. Dusun ini berada di ketinggian di sekitar 1200 meter diatas permukaan laut. Dusun ini berbatasan dengan hutan adat di bagian barat, Tahura di bagian selatan, Desa Pacet di bagian utara, dan Gunung Welirang di bagian timur. Dusun ini memiliki beberapa keunikan diantaranya yaitu memiliki variasi vegetasi yang berbeda yaitu, antara Hutan adat, Tahura, dan juga pemukiman. Masyarakat Dusun Sendi sendiri masih memegang teguh sebuah prinsip yaitu menjaga hutan sama dengan menjaga kehidupan manusia dan hukum yang berlaku disana yaitu hukum adat (Gambar 1).
Saat kami melakukan kuliah lapang ini, kelompok kami menemukan satu pohon yang menurut kami unik, dan menarik untuk dibahas. Pohon ini umum dijumpai di sekitaran Indonesia. Mungkin bagi beberapa diantara kalian, pohon ini dengan mudah kalian kenali. Dikarenakan pohon ini dengan mudah dapat ditemukan disekitar lingkungan kita. Langsung saja, pohon yang akan saya bahas kali ini adalah Pohon Sukun. Pohon ini tuh bernama pohon sukun kalo di sekitar  Jawa.  Nama Inggrisnya itu, Breadfruit, karena memang kalo tekstur dari daging buahnya itu mirip dengan roti, lembut-lembut gimana gitu. Memiliki nama ilmiah berupa Artocarpus altilis. Sesuai dengan nama ilmiahnya, ‘artos’ yang berarti roti, dan ‘karpos’ yang artinya buah, nama ini diambil dari Nama Yunani loh. Pohon ini termasuk ke dalam famili Moraceae atau ara-araan. Ciri khas dari familii ini adalah daunnya yang tebal. Berarti pohon ini masih satu keluarga dengan Pohon Beringin, Gondang, dll. Pohon ini umum dijumpai dan mudah dikenali dari buah dan bentuk daunnya yang unik. Bentuk tumbuh pohon ini biasanya berbentuk pohon tapi tidak jarang juga ditemukan dalam bentuk tubuh perdu. Perdu merupakan pohon yang masih muda, dan tingginya lebih rendah dari 20 meter. Pohon dari buah ini biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat dijadikan kudapan dan dimakan berserta kopi panas sebagai camilan.
Gambar 1. Logo Masyarakat Hukum Adat Dusun Sendi

Penjelasan botani pohon ini berdasarkan Orwa dkk., (2009) menuturkan, bahwa pohon ini memiliki monoceious atau antara bunga jantan dan betina pada bunga yang berbeda tetapi, masih dalam individu yang sama. Perbedaan ini dapat dilihat dari warnanya, jika warnanya kuning maka bunga jantan dan apabila berwarna hijau maka bunga tersebut betina. Pohon sukun memiliki , selalu hijau (evergreen), memiliki tinggi mulai dari rentang 15-20 m, kulit batangnya halus, warna batang terang, batangnya dapat mencapai diameter sebesar 1.2 m (Gambar 1). Pohon ini memiliki stipula pada bagian ujung tunas dan dapat tumbuh hingga 30 cm jika sudah sampai fase dewasa, berwarna kekuningan dan jatuh ketika daun melipat atau bunga akan muncul. Daunnya tebal, bagian atas daunnya berwarna hijau gelap, dan mengkilap, bagian bawah kasar dengan tulang daun yang menonjol keluar. Memiliki bentuk yaitu obovate atau ovate, memiliki berbagai macam ukuran, dan bentuk. Buahnya berbentuk bulat hingga oblong, memiliki dimensi yaitu 12-20 x 12 cm, berwarna hijau muda atau kuning pucat, permukaan buah bervariasi, mulai dari halus, sedikit bergelombang, hingga berduri. Buahnya tanpa biji, akan tetapi beberapa ada yang memperoduksi biji. Bijinya memiliki kulit yang tipis dengan ketebalan 0.5 mm, membrannya seperti kertas.

(Ragone., 2006)
Gambar 2. Sukun dan bagian-bagiannya
a. Habitus pohon
b. buah sukun
c. bentuk-bentuk daun
Pohon ini mudah ditemukan pada daerah tropis, terutama pada daerah yang dekat dengan grais khatulistiwa. Pohon ini memiliki ketahanan tumbuh yang kuat sehingga dapat tumbuh dalam kondisi tanah yang beragam. Distribusi dari pohon ini juga menyebar luas, terutama pada bagian negara yang dekat atau berada pada garis khatulistiwa. Pohon ini memiliki keunikan pada cara berkembang-biaknya, yaitu dengan adanya tunas. Tunas dari pohon ini akan muncul dari bagian akar induknya, dan muncul individu baru dari akar tersebut.

Gambar 3. Pohon Sukun di Sekitar Pemukiman

Pohon ini banyak ditemukan pada daerah pemukiman, yang memang sengaja ditanam oleh masyarakat sekitar (Gambar 3). Pohon ini hanya ditemukan di daerah pemukiman dan sekitarnya, akan tetapi didaerah lain kami menemukan saudara yang masih dalam satu familinya yaitu, Pohon Gondang, dan berbagai macam genus dari Ficus sp. Lingkungan atau suasana yang berada di sekitar Pemukiman memang mendukung dari pertumbuhan pohon sukun ini, dikarenakan banyak area terbuka, sedikit adanya kompetisi diantara pohon karena kerapatan pohon disekitar pemukiman sangat sedikit. Sehingga pohon sukun dapat tumbuh dengan leluasa di daerah sekitaran pemukiman ini. Daerah sekitar pemukiman ini memang banyak pohon yang ditanami warga setempat, seperti pohon alpukat, pohon sukun, bambu, dll. Oleh karena itu, komunitas pohon atau tumbuhan yang ada disini sangatlah sedikit, dikarenakan jika pohon tersebut tidak berguna atau tidak memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar maka tidak akan ditanam disekitar area pemukiman.
Pohon sukun ini memiliki beberapa fungsi yaitu, sebagai makanan, obat-obatan, tempat berteduh, dan juga penyedia bahan organic untuk tanah. Fungsi pohon ini sebagai makanan, buah dari pohon ini dapat dimakan pada semua waktu, baik masih kecil ataupun sudah matang. Bisa dimakan secara mentah, digoreng, direbus, ataupun  dikukus. Buah sukun ini menyediakan protein yang lebih baik dibandingkan dengan singkong, selain itu rasa dari buah ini sedikit manis. Pohon ini dapat dijadikan sebagai obat, bagian yang digunakan adalah bunga, cara memakainya yaitu dengan cara, bunga yang sudah dibakar, diusapkan pada bagian gigi yang sakit, hal ini digunakan untuk menghilangkan atau pereda rasa sakit. Getahnya dapat dijadikan sebagai obat patah tulang, cara penggunaanya yaitu dengan cara diusap pada bagian kulit yang tulangnya patah. Pohon ini memiliki ;ama tumbuh berupa perennial, yang memiliki tajuk kanopi yang luas, sehingga dapat menyediakan tempat teduh bagi manusia. Manfaat lain yaitu, mampu menyediakan berbagai macam bahan organik untuk tanah, sehingga tanah disekitarnya menjadi subur (Orwa dkk., 2006). Oleh karena banyaknya manfaat yang dapat diberikan oleh pohon ini, maka pohon ini sengaja ditanam oleh warga sekitar untuk mendapatkan manfaat yang terkandung di dalam pohon ini. Mungkin, sekian dulu pembahasan mengenai pohon sukun ini, kalau ada waktu akan pembahasan lain mengenai pohon lain yang gua dan teman gua temukan disana, atau membahas tumbuhan lain yang sekiranya unik dan belum ada yang tau. Sekian dan Terima kasih.


Orwa C, A Mutua, Kindt R , Jamnadass R, S Anthony. 2009 Agroforestree Database:a tree reference and selection guide version 4.0 (http://www.worldagroforestry.org/sites/treedbs/treedatabases.asp). Diakses pada tanggal 04 November 2019.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar