Halo guys, para
pembaca blog ku yang budiman. Bertepatan dengan tanggal 21-23 September 2019
kemaren, kami dari Jurusan Biologi Universitas Brawijaya baru aja dari Kuliah
Lapang. Kuliah lapang ini dilakukan bersama dengan anggota lain, dan total
anggota kami sejumlah tiga orang. Kuliah
lapang ini, dilakukan di sebuah Dusun, yaitu Dusun Sendi, Desa Pacet, Kabupaten
Mojokerto. Dusun ini berada di ketinggian di sekitar 1200 meter diatas permukaan
laut. Dusun ini berbatasan dengan hutan adat di bagian barat, Tahura di bagian
selatan, Desa Pacet di bagian utara, dan Gunung Welirang di bagian timur. Dusun
ini memiliki beberapa keunikan diantaranya yaitu memiliki variasi vegetasi yang
berbeda yaitu, antara Hutan adat, Tahura, dan juga pemukiman. Masyarakat Dusun
Sendi sendiri masih memegang teguh sebuah prinsip yaitu menjaga hutan sama
dengan menjaga kehidupan manusia dan hukum yang berlaku disana yaitu hukum adat
(Gambar 1).
Saat kami melakukan
kuliah lapang ini, kelompok kami menemukan satu pohon yang menurut kami unik,
dan menarik untuk dibahas. Pohon ini umum dijumpai di sekitaran Indonesia.
Mungkin bagi beberapa diantara kalian, pohon ini dengan mudah kalian kenali. Dikarenakan
pohon ini dengan mudah dapat ditemukan disekitar lingkungan kita. Langsung
saja, pohon yang akan saya bahas kali ini adalah Pohon Sukun. Pohon ini tuh bernama
pohon sukun kalo di sekitar Jawa. Nama Inggrisnya itu, Breadfruit, karena memang kalo tekstur dari daging buahnya itu
mirip dengan roti, lembut-lembut gimana gitu. Memiliki nama ilmiah berupa Artocarpus
altilis. Sesuai dengan nama ilmiahnya, ‘artos’ yang berarti roti, dan
‘karpos’ yang artinya buah, nama ini diambil dari Nama Yunani loh. Pohon ini
termasuk ke dalam famili Moraceae atau ara-araan. Ciri khas dari familii ini
adalah daunnya yang tebal. Berarti pohon ini masih satu keluarga dengan Pohon
Beringin, Gondang, dll. Pohon ini umum dijumpai dan mudah dikenali dari buah
dan bentuk daunnya yang unik. Bentuk tumbuh pohon ini biasanya berbentuk pohon
tapi tidak jarang juga ditemukan dalam bentuk tubuh perdu. Perdu merupakan
pohon yang masih muda, dan tingginya lebih rendah dari 20 meter. Pohon dari
buah ini biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat dijadikan kudapan dan dimakan
berserta kopi panas sebagai camilan.
Gambar 1. Logo
Masyarakat Hukum Adat Dusun Sendi
Penjelasan botani
pohon ini berdasarkan Orwa dkk., (2009) menuturkan, bahwa pohon ini memiliki monoceious atau antara bunga jantan dan
betina pada bunga yang berbeda tetapi, masih dalam individu yang sama.
Perbedaan ini dapat dilihat dari warnanya, jika warnanya kuning maka bunga
jantan dan apabila berwarna hijau maka bunga tersebut betina. Pohon sukun memiliki
, selalu hijau (evergreen), memiliki
tinggi mulai dari rentang 15-20 m, kulit batangnya halus, warna batang terang,
batangnya dapat mencapai diameter sebesar 1.2 m (Gambar 1). Pohon ini memiliki
stipula pada bagian ujung tunas dan dapat tumbuh hingga 30 cm jika sudah sampai
fase dewasa, berwarna kekuningan dan jatuh ketika daun melipat atau bunga akan
muncul. Daunnya tebal, bagian atas daunnya berwarna hijau gelap, dan mengkilap,
bagian bawah kasar dengan tulang daun yang menonjol keluar. Memiliki bentuk
yaitu obovate atau ovate, memiliki berbagai macam ukuran, dan bentuk. Buahnya
berbentuk bulat hingga oblong, memiliki dimensi yaitu 12-20 x 12 cm, berwarna
hijau muda atau kuning pucat, permukaan buah bervariasi, mulai dari halus,
sedikit bergelombang, hingga berduri. Buahnya tanpa biji, akan tetapi beberapa
ada yang memperoduksi biji. Bijinya memiliki kulit yang tipis dengan ketebalan
0.5 mm, membrannya seperti kertas.
(Ragone., 2006)
Gambar
2. Sukun dan bagian-bagiannya
a. Habitus pohon
b. buah sukun
c. bentuk-bentuk daun
Pohon ini mudah
ditemukan pada daerah tropis, terutama pada daerah yang dekat dengan grais
khatulistiwa. Pohon ini memiliki ketahanan tumbuh yang kuat sehingga dapat tumbuh
dalam kondisi tanah yang beragam. Distribusi dari pohon ini juga menyebar luas,
terutama pada bagian negara yang dekat atau berada pada garis khatulistiwa. Pohon
ini memiliki keunikan pada cara berkembang-biaknya, yaitu dengan adanya tunas. Tunas
dari pohon ini akan muncul dari bagian akar induknya, dan muncul individu baru
dari akar tersebut.
Gambar 3. Pohon Sukun
di Sekitar Pemukiman
Pohon ini banyak ditemukan
pada daerah pemukiman, yang memang sengaja ditanam oleh masyarakat sekitar
(Gambar 3). Pohon ini hanya ditemukan di daerah pemukiman dan sekitarnya, akan
tetapi didaerah lain kami menemukan saudara yang masih dalam satu familinya
yaitu, Pohon Gondang, dan berbagai macam genus dari Ficus sp. Lingkungan atau suasana yang berada di sekitar Pemukiman
memang mendukung dari pertumbuhan pohon sukun ini, dikarenakan banyak area
terbuka, sedikit adanya kompetisi diantara pohon karena kerapatan pohon
disekitar pemukiman sangat sedikit. Sehingga pohon sukun dapat tumbuh dengan
leluasa di daerah sekitaran pemukiman ini. Daerah sekitar pemukiman ini memang
banyak pohon yang ditanami warga setempat, seperti pohon alpukat, pohon sukun,
bambu, dll. Oleh karena itu, komunitas pohon atau tumbuhan yang ada disini
sangatlah sedikit, dikarenakan jika pohon tersebut tidak berguna atau tidak
memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar maka tidak akan ditanam
disekitar area pemukiman.
Pohon sukun ini
memiliki beberapa fungsi yaitu, sebagai makanan, obat-obatan, tempat berteduh,
dan juga penyedia bahan organic untuk tanah. Fungsi pohon ini sebagai makanan,
buah dari pohon ini dapat dimakan pada semua waktu, baik masih kecil ataupun
sudah matang. Bisa dimakan secara mentah, digoreng, direbus, ataupun dikukus. Buah sukun ini menyediakan protein
yang lebih baik dibandingkan dengan singkong, selain itu rasa dari buah ini
sedikit manis. Pohon ini dapat dijadikan sebagai obat, bagian yang digunakan
adalah bunga, cara memakainya yaitu dengan cara, bunga yang sudah dibakar,
diusapkan pada bagian gigi yang sakit, hal ini digunakan untuk menghilangkan
atau pereda rasa sakit. Getahnya dapat dijadikan sebagai obat patah tulang,
cara penggunaanya yaitu dengan cara diusap pada bagian kulit yang tulangnya
patah. Pohon ini memiliki ;ama tumbuh berupa perennial, yang memiliki tajuk
kanopi yang luas, sehingga dapat menyediakan tempat teduh bagi manusia. Manfaat
lain yaitu, mampu menyediakan berbagai macam bahan organik untuk tanah,
sehingga tanah disekitarnya menjadi subur (Orwa dkk., 2006). Oleh karena
banyaknya manfaat yang dapat diberikan oleh pohon ini, maka pohon ini sengaja
ditanam oleh warga sekitar untuk mendapatkan manfaat yang terkandung di dalam
pohon ini. Mungkin, sekian dulu pembahasan mengenai pohon sukun ini, kalau ada
waktu akan pembahasan lain mengenai pohon lain yang gua dan teman gua temukan
disana, atau membahas tumbuhan lain yang sekiranya unik dan belum ada yang tau.
Sekian dan Terima kasih.
Orwa C, A Mutua, Kindt R , Jamnadass R, S Anthony. 2009
Agroforestree Database:a tree reference and selection guide version 4.0 (http://www.worldagroforestry.org/sites/treedbs/treedatabases.asp).
Diakses pada tanggal 04 November 2019.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar